Museum Tanjung Pandan

  //   Tempat Wisata  //  No Comments

Museum Tanjung pandan ini semula bernama Museum Geologi, didirikan atas perintah Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan, yang saat itu dijabat oleh Dr. Chaerul Saleh (menjabat 10 Juli 1959 – 28 Maret 1966), kepada perusahaan penambangan Timah di Belitung, Bangka dan Singkep untuk masing-masing mendirikan sebuah museum.

Perintah itu kemudian dilaksanakan dibawah pimpinan Dr. R. Osberger, ahli geologi berkebangsaan Austria yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Dinas Eksplorasi dan Geologie Perusahaan Penambangan Timah Belitung yang berkedudukan di Kelapa Kampit. Karena itulah pada awalnya museum geologi itu akan didirikan di Kelapa Kampit, namun kemudian diubah ke Tanjungpandan atas perintah Direktur Utama Penambangan Timah Belitung, Ir. MEA Apitule, untuk memudahkan akses bagi pengunjung.

 

Museum Tanjung Pandan ini menempati bangunan tua bekas kantor NV Billiton Maatschappij, yang juga pernah dijadikan tempat tinggal oleh Kepala Penambangan Timah Belitung pada jaman Belanda.

Di Museum tanjung pandan ini menyimpan koleksi berbagai jenis keramik tua dari Cina, seperti kendi, mangkok, dengan bermacam bentuk, ukuran dan ornamen yang ditemukan di berbagai tempat di Belitung. Keramik-keramik tua itu ada yang berasal dari jaman Wangsa Tang (618 – 907), Wangsa Sung (960 – 1279), Wangsa Ming (1368 – 1644), dan Wangsa Yuan (1279 – 1368). Ada pula gerabah yang berasal dari Thailand.

Selain itu juga terdapat jenis-jenis hewan langka yang sudah diawetkan salah satunya seperti  ikan Arapaima yang merupakan sumbangan Gunawan, seorang warga Tanjungpandan. Ikan ini hidup diperairan Sungai Amazone. Panjangnya bisa mencapai 2 meter, bahkan kadang 2,5 m, dengan berat mencapai 100 kg, dan merupakan salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia. Ikan jenis ini juga ditemui di Malaysia dan Thailand, dan diperkirakan juga masih hidup diperairan Sungai Lenggang, Belitung Timur, yang disebut sebagai Ikan Ampong atau Ikan Buaya oleh penduduk daerah Gantung. Uniknya, ikan ini sangat bergantung pada udara di atas permukaan air, sehingga harus sering muncul ke permukaan, dan karenanya mudah diburu. Sebuah koleksi hewan lainnya yang bernama Berekong. Berekong adalah sejenis Biawak namun dengan kulit lebih halus, badan lebih ramping dan gerakan lebih lincah. Binatang yang makanannya katak ini ditemukan di hutan-hutan di pinggiran sungai di Pulau Belitung.di dalam Museum Tanjung pandan juga terdapat koleksi buaya dan penyu berukuran besar yang diawetkan dan disimpan di dalam lemari kaca.

Di dalam Museum ini juga terdapat miniatur KK (Kapal Keruk) Dendang, satu dari sekitar 30 kapal keruk yang pernah digunakan di Belitung. KK Dendang dibuat pada 1947 oleh perusahaan bernama Scheepswerf Verschure di Amsterdam, Belanda, dengan panjang 66 m, lebar 20 m serta tinggi 4,2 m, dan mampu mengeruk sedalam 30 meter. KK Dendang karam terhempas badai pada 8 Juli 2007.

Masuk ke ruang bagian belakang Museum ini terdapat jejeran lemari-lemari kaca yang berisi contoh-contoh batuan dan biji-bijian logam yang ditemukan di Belitung. Ada batu kawi, garnierit, timah, kalsit, radio larit, kwarsa, biji nikel, siderit, hematit, pyrit, dan lebih dari seratus lagi jenis lainnya.

Juga terdapat berbagai maket yang menggambarkan cara-cara penambangan Timah di Belitung, dari mulai Sumur Palembang yang dibuka pada 1711 sampai ke pemakaian kapal keruk, dan peleburan biji Timah.

Dan barang-barang lainnya adalah koleksi senjata tradisional berupa pedang lurus, lengkung, dan berlekuk seperti keris, terbuat dari besi dan kuningan, berasal dari Kerajaan Balok dan Kerajaan Belantu.

 

Sumber : http://thearoengbinangproject.com

Leave a comment

Biaya Paket Wisata Belitung Periode Normal Season

Peserta :
Hotel :
Program :

Feature Destination

Online Support

Counter Traffic

Pages|Hits |Unique

Site Counter

Last 24 hours: 0
Last 7 days: 0
Last 30 days: 0

Tamu Online

Online now 0 Tamu online

Get plugin from http://wordpress-templates-free.com